Setelah mengetahui apa yang di maksud dengan investasi, tibalah saatnya melakukan investasi. Pertanyaan yang muncul ke mana kita akan melakukan investasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini kita akan harus mengetahhui alternaif-alternatif investasi.
Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat di bagi dua, yaitu real asset investment dan financia asset investmen. Real asset invesment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektro di uar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh real asset investment, misal nya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian di sewakan, membeli lukisan untuk di jual kembali, membeli laptop agar pemiliknya bebas menullis screen play--- naskah untuk pembuatan film televisi atau bioskop dimana saja dan kapan saja, menanam pohon sengon yang bisa di jadikan sebagai baku kertas lima tahun kemudian, serta masih banyak contoh investasi lainnya.
Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak, di perlukan dan innformasi bisa dapt secara langsung dari lapangan. Karena objek investasi nya bisa di lihat secara nyata, misal nya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan bahan bangunannya baik warna nya cocok, ukurannya tepat, dan lain sebagai nya.
Sedang financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga di sebut portofolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatnya aset pada surat-surat berharga (securities), yang di terbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat-surat ini bergam, mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti uang piutang anatrpribadi hingga produk derivatie (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.
Ciri-ciri investasi pada sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor riil adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak di perlukan, kemudian informasi hanya bisa di dapat dari prospektus, laporan tahunan atau proposal. Karena menajemen investasi menyajikan teori-teori tentang portofolio, maka konsentrasi kita akan curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.
Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatakn profesi yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis pada industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut di perlukan standar tertentu. Kepercayaan menjadi sangat penting karena "komoditi" yang menjadi objek transaksi adalah "barang" tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pertanyaan bahwa kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya.
Bakan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan niainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan (Widoatmodjo,2004). Selain membutuhkan banyak profesi, investasi keuangan juga memiliki banyak medium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar