Jumat, 03 Juni 2016

Kelebihan Investasi pada Forex Online Trading

   Investasi melalui forex Online Trading (FOT) perlu mendapat catatan tersendiri, karena memiliki banyak kelebihan, dan merupakan investasi pada masa milenium ini. Sama seperti investasi pada komoditi berjangka karena FOT memang termasuk future trading investasi pada FOT memiliki fasilitas leverage dan two ways opportunity, yaitu investor hanya menyetor modal sebesar margin 4-10% dari total investasi yang di perlukan, sedang kemungkinan mendapatkan keuntungan bisa datang dari dua kesempatan, yaitu nilai tukar mata uang yang kita pegang menguat maupun melemah. 
   Selain itu, investor juga dapat secara aktif mengendalikan sendiri risiko investasinya menjadi minimal. Dari segi arus dana juga sama cepatnya dengan komoditi berjangka.

Kelebihan lain investasi FOT adalah:

  1. Tingkat leverage. Tingkat leverge di komoditi berjangka umumnya 20:1, sedangkan tingkat leverage di FOT 100:1.
  2. Tingkat likuiditas. Besarnya volume trading per hari di FOT yang mencapai USD1.5 triliun membuat tingkat likuiditas di forex jauh lebih besar dari perdagangan manapun.
  3. Waktu Perdagangan. Luas jangkauan perdagangan FOT mengglobal membuat waktu perdagangan FOT 24 jam sehari, tidak ada henti-hentinya, sedangkan waktu perdagangan di saham dan komoditi berjangka hanya 7 jam sehari.
  4. Free real time quotes. Pada FOT, investor di berikan fasilitas berupa informasi pergerakan harga yang real time, terus-menerus selama 24 jam secara gratis yang dapat di akses dari internet,sedangkan pada perdagangan saham dan komoditi berjangka konvensional, tidak memberikan fasilitas ini.
  5. Guaranteed limited risk. Tidak seperti di perdagangan komoditi berjangka yang konvensional, di mana investor dapat mengalami kerugian lebih besar dari pada dana yang di setor nya di dalam FOT, investor di jamin tidak akan mengalami kerugian melebihi dari dana yang di setornya.

Teknik Memilih Investasi

        Setelah kita mengetahui alternatif investasi, pertanyaan selanjutnya nya adalah bagaimana cara memilih alternatif investasi yang begitu banyak itu? Jika anda memutuskan ingin berinvestasi, dan memilih investasi paling tidak anda harus mempertimbangkan empat faktor penting, yaitu modal, tingkat pengembalian, tingkat risiko dan arus dana.

1. Modal
     Yang dimaksud dengan modal adalah berapa banyak dana yang kita perlukan untuk bisa melakukan investasi sampai kita dapat memperoleh keuntungan yang melebihi dari investasi yang kita keluarkan? Prinsipnya, semakin kecil modal yang di perlukan semakin baik lagi investor.
2. Tingkat Pengembalian
     Tingkat pengembalian adalah berapa persen keuntungan yang bisa di peroleh dari modal yang di keluarkan dalam jangka waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat pengembalian da semakin cepat jangka waktunya semakin baik bagi investor.
3. Tingkat Risiko
     Risiko adalah berapa besar kemungkinan terjadinya kerugian yang dapat mengurangi jumlah modal kita dan bahkan menghabiskan modal kita. Semakin kecil tingkat risiko nya, semakin baik bagi investor.
 
4. Arus Dana
    Terakhir adalah arus dana yang berupa seberapa cepat dana dalam bentuk uang kas secara fisik dapat kita tari dari  modal yang telah kita setor. Semakin cepat baik bagi investor. 

     Selain keempat faktor penting tersebut ada juga faktor-faktor lain yang perlu di pertimbangkan seperti biaya investasi, informasi, waktu, perdagangan, likuiditas pasar dan aktivitas.

Alternatif Investasi Masa Kini

     Kalau kita menyaksikan perkembangan teknologi mutakhir, yang paling dominan berperan dalam kehidupan masyarakat adalah teknologi komunikasi dan informasi. Dunia investasi keuangan juga tidak akan terlepas dari pengaruh teknologi komunikasi dan informasi ini.  Bahkan justru investasi keuangan inilah yang paling banyak terpengaruh. Dari teknologi komunikasi, pengaruh akan datang dari dua sumber, yaitu dari hardware dan software.
     Dari hardware, misalnya, sekarang ini kita sudah merasa kehilangan jika tidak membawa telepon seluler (mobile). Sebab, dengan telepon genggam itulah kita bisa memantau perkembangan harga0harga saham, obligasi maupun kurs mata uang. Dan seperti kita ketahui, perkembangan teknologi telepon seluler ini begitu cepatnya sehingga kita tidak dapat membayangkan fasilitas apa lagi yang bisa disediakan oleh barang sekecil itu, selain makin memudahkan kita berkomunikasi dan selalu menyediakan informasi soal perkembangan harga saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya. Yang pasti, dengan makin canggihnya hardware akan makin memudahkan investor melakukan investasi. Dengan demikian, akan sangat merugikan seandainya masyarakat tidak mampu memanfaatkan kemudahan itu.
        Dari segi software, juga makin memungkinkan masyarakat mendapat fasilitas komunikasi melalui berbagai mode. Dengan fasilitas software teleconference, misalnya, investor bisa mendapat nasihat, informasi secara interaktif melalui internet. Selain itu, stasiun TV da radio juga sering menyajikan acara-acara interaktif dengan toopik investasi keuangan ini.
      Dalam hal tekonologi informasi, sumber penagruh juga datang dari perkembangan hardware dan software penyebar informasi ini. Dari hardware, dewasa ini informasi disebarkan melaui perangkat siar uyang jangkauannya mengglobal. Kejadian di suatu tempat, misalnya, sekarang ini bisa di pantau secara seketika baik melaui internet maupun TV serta radio global oleh masyarakat di temat lain. Sebagai contoh, penyakit flu burung yang menyerang China beberapa waktu lalu telah membuat heboh seluruh dunia.
     Di samping siaran TV dan radio global serta internet, peredaran majalah dan koran juga mengglobal, baik yang mengambil model penerjemahan seperti Business Week di cetak langsung di daerah pemasaran, Asian Wall Street Journal yang di cetak oleh percetakan GRAMEDIA milik KOMPAS hingga yang masih "konvensional" di impor langsung. Ini semua akan memudahkan investor mendapatkan informasi tentang apa pun dari seluruh penjuru dunia dalam waktu relatif singkat.
     Dari software informasi, perkembangan teknologinya megarah pada makin sederhana nya program-program pengolah informasi, terutama data. Program SPSS, misalnya, telah mempermudah dan mempercepat pengolahan data statistik yang banyak digunakan dalam investasi keuangan. Demikian pula program-program pengolah data investasi, seperti metasock dan Microsoft Money makin memudahkan investor menggunakannya, sehingga pada masa mendatang investror menjadi tidak asing lagi dengan software investasi keuangan. Dan pada giliran nya hal itu menyebabkan investor tidak memerlukan lagi jasa penasihat investasi sendiri dengan mudah dan cepat.
    Perdagangan forex (foreign exchange) yang di Indonesia di kenal sebagai perdagangan valas (valuta asing, intinya memperdagangkan mata uang asing) sekalipun secara fisik telah sama tuanya dengan perdanagna komoditri melalui bursa komoditi dunia yang berkembang pada abad ke-18, terus mengalami perkembangan. Kalau pada perkembangan di abad ke-20, investasi forex sudah sampai pada forex trading, yaitu perdagangan mata uang asing dengan cara konvensional, di mana investor harus mendatangi kantor pialang. kini di abad ke-21, forex trading menuju ke arah online trading.
    Dengan cara canggih ini, investor tida perlu lagi datang atau repot-repot menelepon kantor pialang. Cukup duduk manis di rumah sambil menikmati hidangan kopi, semua informasi dan eksekusi investasi bisa di lakukan melalui komputer yang terkoneksi dengan internet. Biaya investasi model ini jauh lebih murah di banding cara investasi konvensional.
    Dengan demikian, forex online trading telah menjadi tren alternatif investasi yang mudah dan murah di abad informasi ini.

Rabu, 01 Juni 2016

Alternatif Investasi

     Setelah mengetahui apa yang di maksud dengan investasi, tibalah saatnya melakukan investasi. Pertanyaan yang muncul ke mana kita akan melakukan investasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini kita akan harus mengetahhui alternaif-alternatif investasi.
     Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat di bagi dua, yaitu real asset investment dan financia asset investmen. Real asset invesment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektro di uar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh real asset investment, misal nya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian di sewakan, membeli lukisan untuk di jual kembali, membeli laptop agar pemiliknya bebas menullis screen play--- naskah untuk pembuatan film televisi atau bioskop dimana saja dan kapan saja, menanam pohon sengon yang bisa di jadikan sebagai baku kertas lima tahun kemudian, serta masih banyak contoh investasi lainnya.
     Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak, di perlukan dan innformasi bisa dapt secara langsung dari lapangan. Karena objek investasi nya bisa di lihat secara nyata, misal nya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan bahan bangunannya baik warna nya cocok, ukurannya tepat, dan lain sebagai nya.
     Sedang financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga di sebut portofolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatnya aset pada surat-surat berharga (securities), yang di terbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat-surat ini bergam, mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti uang piutang anatrpribadi hingga produk derivatie (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.
      Ciri-ciri investasi pada sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor riil adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak di perlukan, kemudian informasi hanya bisa di dapat dari prospektus, laporan tahunan atau proposal. Karena menajemen investasi menyajikan teori-teori tentang portofolio, maka konsentrasi kita akan curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.
     Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatakn profesi yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis pada industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut di perlukan standar tertentu. Kepercayaan menjadi sangat penting karena "komoditi" yang menjadi objek transaksi adalah "barang" tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pertanyaan bahwa kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya.
      Bakan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan niainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan (Widoatmodjo,2004). Selain membutuhkan banyak profesi, investasi keuangan juga memiliki banyak medium.

Definisi dan Pengertian Investasi

     Banyak bisnis yang dapat di lakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tentu semuanya bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah atau keuntungan di kemudian hari. Orang membeli sebidang tanah dengan harapan nantinya harga tanah tersebut menjadi lebih mahal. Orang menyimpan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga dari simpanannya itu. Secara umum, semua tindakan di atas dapat di kategorikan sebagai tindakan investasi.
     Bagi masyarakat modern, kata investasi tentu tidak asing lagi. Bisa jadi setiap hari kita mendengar kata itu. Sebab, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tidak tersedia membiarkan asetnya menjadi tidak berkembang dan untuk mengembangkan aset tersebutlah maka di perlukan investasi. Bagi sebagian masyarakat lainnya, barangkali telah melakukan investasi tetapi tidak menyadarinya, seperti para petani dan peternak di pedesaan.
      Jadi, apa sebenarnya yang di maksud dengan investasi tersebut? Banyak pakar yang telah merumuskan definisi investasi ini. Sharpe er all (1993), misalnya, merumuskan investasi dengan pengertian berikut : mengorbankan aset yang di miliki sekarang guna mendapatkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar. Sedang Jones (2004) mendefinisikan investasi sebagai komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu atau lebih aset selama beberapa periode pada masa mendatang.
       Definisi yang lebih lengkap di berikan oleh Reilly dan Brown, yang mengatakan bahwa investasi adalah komitmen mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengompensasi pengorbanan investor berupa :
1. Keterikatan aset pada waktu tertentu.
2. Tingkat inflasi
3. Ketidaktentuan penghasilan pada masa mendatang.

      Dari definisi yang di sampaikan ketiga pakar investasi tersebut kita bisa menarik pengertian investasi, bahwa untuk bisa melakukan suatu investasi harus ada unsur ketersediaan dan (aset) pada saat sekarang, kemudian komitmen mengikatkan dana tersebut pada objek investasi (bisa tunggak atau portofolio) untuk beberapa periode (untuk jangka panjang lebih dari satu tahun) pada masa mendatang.
       Selanjutnya, setelah periode yang di inginkan tersebut tercapai (jatuh tempo) barulah investor bisa mendapatkan kembali aset nya, tentu saja dalam jumlah yang lebih besar, guna mengompensasi pengorbanan investor seperti yang di ungkapkan Reilly dabn Brown. Namun, tidak ada jaminan pada akhir periode yang di tentukan investor pasti mendapati asetnya lebih besar dari saat memulai investasi. Ini terjadi karena selama periode waktu menunggu itu terdapat kejadian yang menyimpang dari yang diharapkan. Inilah, yang di sebut risiko. Dengan demikian, selain harus memiliki komitmen mengikatkan dananya, investor juga harus bersedia menanggung risiko.